Cara Melatih Keterampilan Anak dalam Mengambil Keputusan

Selamat datang di tulisan terbaru dari Planet Blog.

Berdasarkan artikel dari https://www.dancow.co.id/dpc/artikel/pentingnya-mendidik-problem-solving-pada-anak , anak-anak, mempunyai kesamaan dengan orang dewasa, pasti menemui kesulitan dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, anak perlu mempunyai kemampuan memecahkan masalah untuk menolong mereka memecahkan masalah dengan baik. Bukan hanya berfungsi untuk memecahkan problem mereka dalam kehidupan sehari-hari, kemampuan memecahkan masalah juga berguna ketika anak harus menjelajahi dunianya, atau mengerjakan tugas dari sekolah.

Kemampuan ini pastinya akan berbeda untuk setiap anak sesuai perkembangan umurnya. Keterampilan problem solving pada bayi pasti berbeda dengan anak umur 2 tahun yang kemampuan mengingatnya sudah meningkat. Kemampuan ini akan terus berkembang saat anak mulai memasuki jenjang sekolah. Walaupun begitu, orangtua wajib terus mengembangkan keterampilan ini agar semakin terarah dan anak mengetahui kapan harus memakainya.

Di bawah ini ada beberapa metode yang dapat orang tua lakukan untuk mengajarkan anak tentang kemampuan menyelesaikan masalahnya.

  1. Mengajukan beberapa pertanyaan pancingan kepada anak

Ketika anak sedang kesulitan dalam menyelesaikan sesuatu, coba tanyakan, “Siapa yang dapat menolong kamu dengan tugas atau pekerjaan ini?” Tolong ia untuk mengetahui bahwa ada orang lain yang dapat menolongnya.

Contohnya, ketika anak mengalami hal yang sulit dalam mengerjakan pekerjaan rumah walau ia telah berusaha, coba tanyakan apakah ada kawannya yang dapat diajak menyelesaikan pekerjaan rumah bersama-sama. Atau anak dapat bertanya langsung kepada gurunya tentang kesulitan yang ia temui keesokan harinya ketika di sekolah.

Ajarkan kepada anak tentang meminta pertolongan bukanlah hal yang tabu atau memalukan. Mereka akan tahu bahwa tidak masalah meminta pertolongan kepada orang lain dan tidak semua persoalan di dunia ini harus dipecahkannya sendiri. Namun sebelumnya biarkan anak berusaha sendiri terlebih dahulu.

  1. Berdiskusi dengan anak

Ada berbagai macam cara untuk memecahkan masalah. Tetapi kadang-kadang anak merasa tidak ada perkembangan dan tidak menemukan metode lain yang dapat mereka lakukan. Saat anak bergelut dengan persoalannya, ajak anak duduk bersama dan memecahkan persoalamnya bersama-sama.

Terlebih dahulu kelompokkan setidaknya empat atau lima pemecaham masalah yang mungkin dapat dilakukan. Tolong anak menentukan mana yang akan ia coba untuk memecahkan masalahnya.

Lambat laun, anak akan terbiasa memecahkan masalahnya sendiri. Hanya perlu kesabaran, pendampingan dan latihan. Ingatlah bahwa terkadang anak harus dilepaskan untuk memecahkan masalah agar mengetahui dampak dari keputusan yang diambilnya. Ini bisa menjadi pelajaran bermanfaat untuknya menjalani hidup di saat dewasa nanti.

  1. Menolong anak menentukan keputusan lewat daftar kebaikan dan keburukan.

Kalau anak mendapatkan kesulitan dalam mengambil keputusan, contohnya menentukan bermain piano atau biola, Tolonglah dia dengan membikin daftar kelebihan dan kekurangan dari setiap pilihan yang akan ia ambil.

Ajak anak untuk membuat daftar kemungkinan baik dan buruk beserta dampak dari setiap pilihan yang akan diambil. Kemudian, berbicara dan berdiskusilah untuk memeriksa kembali daftar yang sudah dibuatnya. Dengan metode ini anak akan tertolong melihat persoalan dari dua sisi secara jelas.

Kemampuan memecahkan persoalan atau masalah merupakan bekal untuk anak menghadapi kesulitan atau sesuatu yang baru yang ditemuinya dalam melakukan kegiatan sehari-hari, di sekolah, atau kelak di masyarakat. Anak akan menjadi mandiri dan tidak bergantung pada orang lain untuk memecahkan masalah atau persoalan yang ditemui. Anak juga terbiasa untuk menjadi kreatif karena telah terbiasa untuk memecahkan masalah dengan berbagai metode yang dapat dipikirkannya.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.